100+ Pertanyaan Lebih Baik Mana Edisi Natal yang Seru

Rayakan semangat liburan dengan koleksi 100 pertanyaan Lebih Baik Mana bertema Natal untuk pesta dan kumpul keluarga.

Pertanyaan Lebih Baik Mana edisi Natal feature image

Natal adalah waktu yang sempurna untuk berkumpul dan bermain “Lebih Baik Mana”. Entah kamu sedang menunggu makan malam siap, duduk-duduk di sekitar pohon Natal setelah buka kado, atau mengadakan pesta liburan, pertanyaan-pertanyaan bertema Natal ini bakal bikin semua orang ngobrol dan ketawa.

Kami sudah kumpulkan 100 pertanyaan bertema Natal yang mencakup semuanya mulai dari debat soal Sinterklas sampai dilema makanan liburan. Pilih satu kategori atau jawab semuanya – kerumunan liburanmu pasti berterima kasih.

Cara bermain “Lebih Baik Mana”

Aturannya simpel banget. Satu orang membaca pertanyaan dengan dua pilihan, dan semua orang harus memilih salah satu. Nggak boleh “keduanya” dan nggak boleh “nggak dua-duanya” – kamu harus komit dengan pilihanmu.

Bagian serunya adalah menjelaskan kenapa kamu memilih itu. Di situlah percakapan (dan perdebatan) yang sesungguhnya terjadi. Bergiliran membaca pertanyaan supaya semua orang kebagian, dan jangan takut untuk menggali alasan di balik jawaban seseorang.

Untuk acara kumpul Natal, coba campurkan kategorinya. Mulai dengan yang ramah keluarga saat makan malam, lalu ganti ke yang lebih sulit atau lucu setelah anak-anak tidur.

Main “Lebih Baik Mana” online

Nggak mau baca pertanyaan dari layar? Main versi online kami – ratusan pertanyaan di berbagai kategori, termasuk yang bertema liburan.

Unduh untuk iPhone Unduh untuk Android
Mainkan Daring

Pertanyaan Lebih Baik Mana Natal untuk keluarga

Pertanyaan-pertanyaan ini cocok untuk semua umur. Keluarkan saat makan malam Natal atau saat menghias pohon – semuanya bersih, meriah, dan dijamin bikin debat.

Ilustrasi terbelah: anak yang antusias membuka kado di Malam Natal versus tumpukan besar kado terbungkus di bawah pohon Natal di pagi hari

1. Mending buka semua kado di Malam Natal atau tunggu sampai pagi Natal tapi dapat dua kali lipat hadiah?

Kesabaran belum pernah diuji seperti ini.

2. Mending setiap Natal selalu bersalju atau setiap Natal di pantai tropis?

Penggemar Natal putih vs. pecinta liburan pantai – pilih sisimu.

3. Mending hanya bisa makan permen tongkat selama seminggu atau hanya minum cokelat panas selama seminggu?

Dokter gigimu sudah mulai cemas.

4. Mending punya hidung merah menyala seperti Rudolph atau telinga lancip kurcaci selama bulan Desember?

Yang satu menerangi ruangan, yang satu memberimu aura karakter fantasi.

5. Mending menghias pohon Natal tertinggi di dunia atau membangun manusia salju terbesar di dunia?

Keduanya butuh tangga yang sangat tinggi.

6. Mending ketahuan di bawah mistletoe dengan guru sekolahmu atau bosmu?

Canggung dua-duanya, tapi yang satu jelas lebih parah.

7. Mending punya rusa kutub sungguhan sebagai hewan peliharaan atau pinguin yang pakai topi Santa mini?

Yang satu megah, yang satu menggemaskan. Pilihan sulit.

8. Mending menyanyikan lagu Natal dari pintu ke pintu setiap malam di bulan Desember atau pakai kostum Santa lengkap ke kantor/sekolah setiap hari?

Ho ho ho, semoga kamu suka jadi pusat perhatian.

9. Mending hanya menerima kaus kaki sebagai hadiah seumur hidup atau nggak pernah menerima hadiah lagi tapi bisa memberikan hadiah sempurna untuk semua orang?

Debat laci kaus kaki abad ini.

10. Mending tinggal di rumah roti jahe selama sebulan atau di igloo selama sebulan?

Yang satu baunya luar biasa tapi bisa mengundang semut. Yang satu cuma dingin.

11. Mending rumahmu ditutupi lampu Natal sepanjang tahun atau musik Natal dimainkan di setiap ruangan 24/7 sepanjang Desember?

Tetanggamu pasti punya pendapat tentang keduanya.

12. Mending bisa membuat salju turun sesuai keinginan atau langsung membungkus kado dengan sempurna?

Yang satu ajaib, yang satu benar-benar berguna.

13. Mending makan hanya fruitcake setiap kali makan di Hari Natal atau hanya makan kol Brussel?

Dua makanan paling kontroversial di meja liburan.

14. Mending bertemu Sinterklas sungguhan atau bertemu selebriti favoritmu yang berpakaian Sinterklas?

Yang satu bawa kado, yang satu bawa selfie.

Ilustrasi terbelah: kereta luncur Santa merah terbang di atas desa bersalju di bawah sinar bulan versus kereta api emas melaju menembus hutan musim dingin berkilauan

15. Mending terbang di kereta luncur Santa di Malam Natal atau naik Polar Express ke Kutub Utara?

Dua perjalanan Natal legendaris – hanya satu kursi tersedia.

16. Mending punya pohon Natal yang menghias dirinya sendiri atau perapian yang nggak pernah padam sepanjang musim dingin?

Teknologi vs. tradisi yang nyaman.

17. Mending selalu tahu apa isi setiap kado sebelum dibuka atau selalu benar-benar terkejut?

Beberapa orang mengguncang kotak. Yang lain menutup mata.

18. Mending menghabiskan Natal di Hogwarts atau di Whoville?

Mantra sihir atau hati yang membesar tiga kali – giliranmu.

19. Mending jadi bintang di puncak pohon Natal atau jadi malaikat?

Bagaimanapun, kamu memandang ke bawah pada semua orang.

20. Mending perang bola salju dengan keluarga setiap pagi Natal atau membangun benteng salju bersama?

Serangan atau pertahanan?

21. Mending membantu Santa mengirim semua kado dalam satu malam atau membantu Nyonya Claus memanggang kue selama setahun?

Kecepatan vs. kelezatan.

22. Mending makan malam Natalmu dimasak oleh chef selebriti atau nenekmu?

Bintang Michelin nggak bisa menyaingi resep rahasia nenek. Atau bisa?

23. Mending pakai sweater Natal jelek setiap hari di bulan Desember atau sepatu lonceng?

Yang satu pernyataan mode, yang satu mengumumkan kedatanganmu.

24. Mending punya hewan peliharaan yang bisa membungkus kado dengan cakarnya atau hewan peliharaan yang bisa menyanyikan lagu Natal?

Bagaimanapun, kamu bakal viral.

25. Mending terjebak di dalam bola salju atau di dalam kartu Natal?

Dunia kecil penuh salju berputar atau keberadaan datar berkilauan?


Pertanyaan Lebih Baik Mana Natal yang lucu

Waktunya bikin ketawa. Pertanyaan-pertanyaan ini konyol, absurd, dan sempurna untuk bikin satu ruangan ngakak saat acara kumpul liburan.

1. Mending punya rambut dari tinsel atau jari-jari dari lampu Natal?

Yang satu berkilau, yang satu benar-benar menerangi ruangan.

2. Mending nggak sengaja memanggil gurumu “Santa” selama sebulan penuh atau nggak sengaja memanggil ibumu dengan nama yang salah saat makan malam Natal?

Keduanya bakal menghantuimu sampai Tahun Baru.

3. Mending cegukan sepanjang makan malam Natal atau bersin setiap kali seseorang bilang “Selamat Natal”?

Tolong sausnya – hik – dong.

Ilustrasi terbelah: orang kecil seukuran kurcaci berdiri di atas meja dapur di sebelah cangkir versus orang berjalan dengan kaki tongkat permen merah-putih raksasa

4. Mending menyusut jadi seukuran kurcaci di Hari Natal atau punya kaki dari permen tongkat?

Kecil tapi lincah, atau tinggi tapi lezat?

5. Mending punya pohon Natal yang menghina pilihan hiasanmu atau manusia salju yang mengikutimu ke mana-mana dan mengkritik pakaianmu?

“Serius? Hiasan itu? Di cabangKU?”

6. Mending hanya bisa berbicara dalam lirik lagu Natal selama sehari atau harus berima dalam semua yang kamu katakan seperti puisi Natal?

“Biarkan turun salju, biarkan turun salju, bisa tolong ambilkan remote nggak?”

7. Mending tawamu diganti dengan “Ho ho ho” ala Santa atau lonceng berbunyi setiap kali kamu berjalan?

Mode siluman: mati permanen.

8. Mending terpeleset di es di depan seluruh keluarga atau lidahmu menempel di tiang beku?

Keduanya jadi cerita hebat di pesta Natal tahun depan.

9. Mending nggak sengaja makan satu piring penuh camilan anjing yang mirip kue Natal atau minum eggnog yang sudah didiamkan tiga hari?

Yang satu memalukan, yang satu berbahaya.

10. Mending punya rusa kutub yang menolak terbang atau kurcaci yang menolak membuat mainan?

Rekan kerja pemalas ada dalam berbagai bentuk dan ukuran.

11. Mending terjebak di cerobong asap seperti Santa atau terjerat lampu Natal selama satu jam?

Keluargamu bakal foto-foto bagaimanapun juga.

12. Mending manusia salju hidup dan menggerebek kulkasmu atau pohon Natalmu mulai berjalan keliling rumah?

Frosty lapar, dan pohon itu punya tempat yang harus dituju.

13. Mending bersendawa “Jingle Bells” setelah setiap makan di bulan Desember atau kentut glitter?

Yang satu trik pesta, yang satu… juga trik pesta, jujur.

14. Mending punya kue jahe yang kabur setiap kali kamu coba makan atau permen tongkat yang menjerit saat kamu jilat?

Camilan Natal jadi jauh lebih menegangkan.

15. Mending pakai hidung Rudolph berkedip ke setiap rapat atau punya tanduk yang membunyikan klakson saat orang menyentuhnya?

Citra profesional: hancur.

16. Mending stocking Natalmu diisi kuah daging atau sepatumu diisi saus cranberry?

Kaus kaki basah bagaimanapun juga.

Ilustrasi terbelah: kalkun panggang di atas piring dengan gelembung bicara versus puding Natal di atas piring dengan not musik melayang di sekitarnya

17. Mending punya kalkun Natal yang bicara balik saat kamu coba potong atau puding yang bernyanyi opera?

Hiburan makan malam jadi aneh.

18. Mending bangun di pagi Natal dan ternyata kamu berubah jadi pemecah kacang atau orang roti jahe?

Rahang kayu atau kulit frosting – pilihan yang luar biasa.

19. Mending topi Santa menempel permanen di kepalamu atau mistletoe yang melayang di atasmu ke mana pun kamu pergi?

Yang satu sedikit mengganggu, yang satu berbahaya secara sosial.

20. Mending harus membungkus setiap kado dengan kaki atau membuka setiap kado dengan sarung tangan oven?

Keterampilan motorik halus: tidak diperlukan.

21. Mending bersin tinsel atau menangis eggnog?

Alergi paling meriah yang pernah kamu alami.

22. Mending naik troli belanja menembus mal yang penuh di Malam Natal atau meluncur di eskalator beku dengan kereta luncur?

Keamanan mal sudah dalam perjalanan.

23. Mending foto kartu Natalmu viral karena alasan yang salah atau nggak sengaja mengirim daftar keinginanmu ke seluruh kontak?

Penghinaan publik: edisi liburan.

24. Mending makan kue berbentuk hiasan yang rasanya seperti kardus atau kotak kardus yang rasanya seperti kue Natal terbaik?

Otakmu dan lidahmu bakal sangat bingung.

25. Mending punya semangat Buddy the Elf selama 24 jam atau kekuatan Grinch selama 24 jam?

“Aku suka senyum! Senyum itu favoritku!” vs. mengangkat kereta luncur penuh kado di atas kepala.


Pertanyaan Lebih Baik Mana Natal untuk pesta

Ngadain pesta liburan? Pertanyaan-pertanyaan ini dibuat untuk kelompok. Dijamin bikin orang debat, ketawa, dan mungkin ganti sisi di tengah argumen.

1. Mending datang ke pesta Natal di mana semua orang harus pakai piyama atau di mana semua orang harus berpakaian formal?

Vibes nyaman atau elegansi black-tie – tentukan dress code-nya.

2. Mending jadi penanggung jawab playlist Natal atau menu Natal?

DJ atau chef – keduanya punya kekuatan besar.

3. Mending ikut tukar kado rahasia dengan budget Rp75.000 atau Rp7.500.000?

Kreativitas vs. kemewahan. Kado murah biasanya lebih lucu.

Ilustrasi terbelah: orang bernyanyi penuh semangat ke mikrofon dengan lirik Natal di layar versus dua orang dalam battle dance intens memakai topi Santa

4. Mending karaoke Natal di depan semua orang atau battle dance liburan?

Naik ke panggung atau ke lantai dansa – nggak bisa sembunyi.

5. Mending terjebak di pesta di mana satu-satunya makanan adalah fruitcake atau satu-satunya minuman adalah susu hangat?

Ujian ketahanan liburan yang pamungkas.

6. Mending punya kekuatan membuat pesta mana pun langsung meriah atau kemampuan mengakhiri percakapan keluarga yang canggung?

Dekorasi sesuai permintaan atau tombol pelarian untuk obrolan om yang aneh.

7. Mending main tebak gaya hanya dengan film Natal atau hanya lagu Natal?

Memeragakan “Die Hard” bakal menarik.

8. Mending jadi tuan rumah makan malam Natal untuk 50 orang atau datang ke 50 pesta Natal berbeda di bulan Desember?

Masak sekali untuk keramaian atau terus bersosialisasi sepanjang bulan.

9. Mending jadi orang yang selalu memberikan hadiah terbaik atau orang yang selalu mengadakan pesta terbaik?

Legenda kado atau legenda pesta – kamu nggak bisa jadi keduanya.

10. Mending punya budget tak terbatas untuk dekorasi Natal atau budget tak terbatas untuk makanan Natal?

Martha Stewart atau Gordon Ramsay – siapa pemandu spiritualmu?

11. Mending tukar kado White Elephant di mana semua orang bawa sesuatu aneh dari rumah atau di mana semua orang bawa hadiah buatan tangan?

Lampu tua nenek vs. keterampilan keramik seseorang yang meragukan.

12. Mending datang ke pesta Natal di rumah berhantu atau di atas kapal di tengah danau?

Natal menyeramkan atau Natal mabuk laut – pilih petualanganmu.

13. Mending pesta di mana semua orang harus berbicara dengan aksen Inggris atau di mana semua orang harus berbicara berima?

“Baiklah, ambilkan pudingnya!” atau “Ini kejunya, kalau berkenan.”

14. Mending menang kontes sweater Natal terjelek atau kontes menghias kue Natal?

Kejayaan bencana mode atau hak pamer kuliner.

15. Mending turnamen perang bola salju di pesta atau kompetisi membuat rumah roti jahe?

Atletis atau artistik – pilih medan perangmu.

16. Mending datang ke pesta Natal di mana semua permainan berbasis trivia atau semua tantangan fisik?

Kekuatan otak atau kekuatan otot.

17. Mending jadi yang terakhir bertahan di pesta Natal kantor atau yang pertama pulang?

Stamina legendaris atau kepergian misterius – keduanya punya daya tarik.

Ilustrasi terbelah: orang-orang di hot tub outdoor beruap dikelilingi salju dan pohon pinus versus teman-teman berkumpul di sekitar perapian menyala di kabin kayu yang hangat

18. Mending pesta Natal di hot tub di tengah salju atau di dekat perapian di kabin?

Keduanya terdengar cukup luar biasa, jujur.

19. Mending punya band live yang hanya memainkan musik Natal di pestamu atau DJ yang memainkan semuanya kecuali musik Natal?

Full meriah atau zona bebas-meriah.

20. Mending ikut escape room Natal atau perburuan harta karun Natal?

Pecahkan teka-teki di bawah tekanan atau berlari keliling mencari petunjuk.

21. Mending pesta liburan di mana dessert jadi satu-satunya menu atau di mana appetizer jadi satu-satunya menu?

Serbu gula atau hamparan gurih.

22. Mending datang ke pesta topeng Natal atau pesta kostum Natal?

Misteri elegan atau outfit Frosty the Snowman total.

23. Mending pesta dengan dekorasi paling mewah yang pernah ada atau dengan makanan terlezat yang pernah kamu rasakan?

Mata atau perut – mana yang menang?

24. Mending bawa hidangan terburukmu ke potluck atau harus makan hidangan terburuk semua orang?

Menyuguhkan rasa malu atau memakan rasa malu.

25. Mending ada tamu kejutan selebriti di pesta Natalmu atau kunjungan kejutan dari Sinterklas sendiri?

Star power atau keajaiban masa kecil murni.


Pertanyaan Lebih Baik Mana Natal yang sulit

Siap untuk pilihan yang benar-benar berat? Pertanyaan-pertanyaan ini bakal bikin kamu berhenti, mikir, dan mungkin berubah pikiran di tengah jawaban.

1. Mending berhenti menerima kado Natal selamanya atau berhenti memberikannya?

Kebahagiaan menerima vs. kebahagiaan memberi – mana yang lebih penting buatmu?

2. Mending menghabiskan setiap Natal sendirian di kabin yang indah atau di acara kumpul keluarga ramai yang selalu berakhir dengan pertengkaran?

Kedamaian dan kesendirian atau cinta yang kacau?

3. Mending kehilangan semua kenangan Natal masa kecil atau nggak pernah bisa membuat kenangan Natal baru lagi?

Masa lalu atau masa depan – pilihan yang benar-benar menyakitkan.

4. Mending Natal setiap bulan tapi kehilangan keajaibannya atau hanya setiap lima tahun sekali tapi terasa luar biasa setiap kali?

Frekuensi vs. intensitas.

Ilustrasi terbelah: adegan pagi Natal masa kecil yang nostalgia dengan mainan retro dan cahaya emas hangat versus Natal futuristik bertema perak dengan dekorasi holografik

5. Mending menjalani ulang Natal terbaikmu berulang-ulang atau mendapat gambaran Natal terbaikmu di masa depan?

Nostalgia atau antisipasi – keduanya kuat.

6. Mending selalu tahu apa yang akan kamu dapat untuk Natal atau nggak pernah tahu dan kadang kecewa?

Kepastian vs. sensasi kejutan.

7. Mending menghabiskan Natal di negara yang nggak merayakannya atau merayakan hari libur yang belum pernah kamu dengar?

Petualangan budaya atau misteri total.

8. Mending Hari Natal yang sempurna tapi cuaca buruk atau Hari Natal yang buruk tapi cuaca sempurna?

Sinar matahari nggak bisa memperbaiki pesta buruk, tapi bisakah pesta bagus bertahan dari badai salju?

9. Mending memaafkan seseorang yang menyakitimu setiap Natal atau menyimpan satu dendam selamanya?

Liburan punya cara meletakkan hubungan di bawah mikroskop.

10. Mending menyerah menonton film Natal selamanya atau musik Natal selamanya?

Nggak ada lagi “Home Alone” atau nggak ada lagi “All I Want for Christmas Is You” – keduanya menyakitkan.

11. Mending harus membeli hadiah untuk semua orang tapi berutang atau menetapkan budget ketat dan berisiko mengecewakan seseorang?

Stres keuangan vs. rasa bersalah emosional – selamat datang di Natal dewasa.

12. Mending selalu jadi tuan rumah Natal dan mengerjakan semuanya atau selalu jadi tamu dan nggak pernah punya kendali atas rencananya?

Penguasa dapur atau bergantung pada masakan orang lain.

13. Mending menghabiskan Natal membantu orang asing yang membutuhkan atau di rumah bersama keluarga?

Hatimu bilang keduanya, tapi kamu hanya bisa pilih satu.

14. Mending Natal di mana semuanya berjalan sempurna tapi nggak terasa spesial atau Natal di mana semuanya berantakan tapi kamu menertawakannya selama bertahun-tahun?

Kesempurnaan atau cerita hebat?

15. Mending memberitahu anak kecil bahwa Sinterklas itu nggak nyata atau terus berbohong meski mereka mulai curiga?

Kejujuran atau keajaiban – dilema parenting abadi.

16. Mending harus membuat setiap hadiah dengan tangan atau berbelanja setiap hadiah di Malam Natal?

Berbulan-bulan membuat kerajinan atau satu hari panik total.

17. Mending merayakan Natal dengan cara yang persis sama setiap tahun atau benar-benar merombaknya setiap kali?

Tradisi itu nyaman, tapi perubahan menjaga segalanya tetap segar.

18. Mending Natal tanpa teknologi atau tanpa dekorasi?

Liburan tanpa gadget atau rumah polos tanpa hiasan.

19. Mending melewatkan Natal sepenuhnya tahun ini atau merayakannya dua kali tapi hanya setengah sespesial?

Semua atau nggak sama sekali vs. keajaiban yang diencerkan.

20. Mending menghabiskan Rp15.000.000 untuk satu hadiah bermakna untuk satu orang atau Rp150.000 untuk hadiah bagi 100 orang?

Kedalaman atau keluasan?

21. Mending jadi anggota keluarga yang selalu menyatukan semua orang atau yang semua orang ingin duduk di sebelahnya saat makan malam?

Si pengatur atau si favorit.

22. Mending anak-anakmu mengingat Natal karena hadiah mahal atau karena waktu yang dihabiskan bersama?

Gampang dijawab secara teori. Lebih sulit dalam praktik.

23. Mending terbang keliling dunia untuk menemui keluarga saat Natal atau mereka semua datang ke tempatmu?

Bermil-mil bandara atau rumah penuh – keduanya ada biayanya.

24. Mending mengakhiri tradisi keluarga yang nggak ada yang suka lagi atau terus menjalankannya karena dulu pernah berarti?

Melepaskan itu sulit, bahkan ketika tradisinya melibatkan casserole mengerikan dari tantemu.

25. Mending punya satu Natal lagi dengan seseorang yang sudah tiada atau memberikan seseorang Natal terbaik dalam hidup mereka?

Yang ini mungkin butuh sejenak.


Suka keseruan musiman? Coba Lebih Baik Mana edisi Halloween untuk vibes seram, Lebih Baik Mana edisi Thanksgiving untuk meja makan, atau Lebih Baik Mana edisi Valentine untuk bulan Februari. Untuk pilihan ramah keluarga, lihat Lebih Baik Mana untuk keluarga.

Mau lebih banyak pertanyaan untuk menjaga keseruan liburan sepanjang musim? Lihat koleksi lengkap pertanyaan “Lebih Baik Mana” kami untuk setiap kesempatan, suasana hati, dan ukuran grup.

Jelajahi semua artikel